Minim Infrastruktur, Gunungkidul Tersendat Jadi Kabupaten Layak Anak

263 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Peran desa ramah anak perlu ditingkatkan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mentargetkan tercapainya misi tersebut pada 2025 mendatang.

Namuan, minimnya infrastruktur publik penunjang fasilitas anak menjadi kendala Gunungkidul untuk menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal ini diungkapkan Kepala DP3KBPMD Gunungkidul, Sujoko, Senin, (23/4).

“Guna menunjang realisasi KLA Gunungkidul membutuhkan peran dari bawah, yakni lingkup desa,” ujar Sujoko kepada wartawan.

Dikatakan Sujoko, hingga hari ini sudah ada 69 desa di Gunungkidul yang menjadi desa ramah anak. Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari dan Ngalang, Kecamatan Gedangsari menjadi yang terbaik. Dua desa tersebut dinilai sudah bagus dari segi infrastruktur dan penataan untuk ramah anak.

“Dari 69 desa yang mendapat perdikat Desa Layak Anak, 65 Desa masuk kategori Pratama, sedangkan kategori Madya ada dua yaitu Desa Ngestirejo dan Desa Bejiharjo, sementara untuk kategori Nindya ada dua desa yaitu Desa Ngalang dan Desa Banaran,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3KBPMD Gunungkidul, Rumi Hayati mengatakan, sejak 2010 lalu pihaknya telah berupaya mewujudkan Gunungkidul menjadi KLA.

Ada lima tahap peringkat sebuah Kota/Kabupaten bisa ditetapkan sebagai KLA. Pada 2013 Gunungkidul mendapat predikat Pratama layak anak, kemudian pada 2017 naik ke tahap Madya. Lalu 2018 ini pemkab menargetkan masuk ke tahap Nindya.

“Apabila tahap nindya telah tercapai, maka masih ada tahap utama yang harus diselesaikan untuk bisa menjadi KLA di tahun 2025 mendatang,” ujar Rumi.

Dengan adanya KLA, hak anak-anak bisa terpenuhi seperti berkumpul dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Selain itu anak-anak bisa mengembangkan kreatifitasnya. (Susanti)

Related Post