Musim Hujan, Keong Sawah Jadi Berkah

1381 views

Ilustrasi. Net


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Musim penghujan yang panjang bagi masyarakat di kawasan persawahan, Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, menjadi berkah tersendiri. Pasalnya mereka panen keong banyak yang hidup di sawah, untuk dijual demi menambah penghasilan.

Curah hujan yang tinggi selama beberapa bulan terakhir membuat sejumlah area persawahan tak pernah kekurangan air. Air yang menggenangi area persawahan tersebut menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk siput air, atau lebih dikenal dengan keong sawah.

Salah seorang pencari keong, Suparti mengatakan, pada saat musim hujan tiba dia dapat dengan mudah mendapatkan ratusan keong di sawah. Pasalnya saat musim hujan keong dapat berkembang biak dengan pesat. “Petani senang kalau banyak yang cari keong, karena keong sawah bisa menghambat pertumbuhan padi,” katanya, Rabu (29/3/2017).

Warga asal Desa Logandeng, Kecamatan Playen itu memang mengaku kerap mencari keong di area persawahaan hingga luar desa. Setiap hari dia dapat mengumpulkan ratusan keong untuk sekedar dikonsumsi atau juga dijual ke pengepul.

Menurut Suparti, pengepul keong biasanya menghargai Rp15.000 untuk satu kilogram keong. “Biasanya perhari ya dapat satu sampai dua kilogram keong. Lumayan bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Diakuinya meskipun keong di sawah saat musim hujan melimpah, namun harga keong tetap stabil seperti biasanya. Sebab kata dia permintaan keong di wilayahnya sangat tinggi, bahkan dia mengaku kuwalahan memenuhi permintaan.

Dia menambahkan, selama ini keong sawah hasil tangkapannya itu banyak diolah menjadi panganan. Salah satunya diolah menjadi sate keong, yang kerap dijual di sejumlah angkringan dan warung makan. “Yang paling banyak memang dijadikan sate keong,” katanya. (Heri)

Related Post