Pak Kades Tampil Dipanggung Kampanye Terancam Dipecat

176 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kepala Desa (Kades) yang kedapatan terlibat dalam kampanye partai politik (Parpol) maupun calon legislatif di Pemilu 2019 akan diberikan sanksi tegas berupa teguran hingga pemberhentian jabatan.

Pemberian sanksi tersebut merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul nomor 5/2015 pasal 60 huruf J. Dalam pasal tersebut tertulis, kades dilarang ikut dalam kampanye dan menjadi tim sukses Parpol maupun Caleg.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, KB dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Farhan mengatakan, untuk sanksi tercantum di peraturan yang sama dalam pasal 61.

“Isinya yakni, Kades yang melanggar akan dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan, tertulis, hingga penghentian penghasilan tetap. Lebih lanjut bisa pemberhentian sementara hingga permanen,” terangnya, Selasa, (25/09).

Di Gunungkidul, belum ada laporan Kades yang terlibat kampanye Pemilu. Pemkab juga telah bekerjasama dengan Bawaslu dan KPU untuk melakukan pengawasan terkait hal itu.

“Masyarakat juga harus aktif dalam hal pengawasan, jika ada indikasi masyarakat wajib lapor dengan pengawas atau instansi lain agar bisa segera dilakukan penindakan,” katanya. .

Farhan mengatakan, netralitas para pemangku jabatan di lingkungan pemerintahan adalah sebuah kewajiban, Kades harus tetap mengedepankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jika kades terindikasi menjadi timses salah satu Parpol ataupun Caleg, maka kami akan menyelidiki kades yang bersangkutan. Hal ini untuk menentukan kadar pelanggaran yang dilakukan,” terangnya.

Pelanggaran kategori ringan salah satunya mengakomodir masyarakat untuk ikut berkampanye mendukung salah satu Parpol atau Caleg. Sedangkan pelanggaran berat yakni kades kedapatan ikut serta berkampanye atau memberikan fasilitas sarana prasarana dalam penyelenggaraan kampanye. (Santi)

Related Post