Pasar Tradisional Mulai Menjamur, Pasar Srawung Jadi Tumpuhan Ekonomi Warga

463 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Berbagai pasar tradisional mulai menjamur diwilayah Kabupaten Gunungkidul. Terbukti hingga Januari 2019 ini ada sekitar empat pasar yang dibesut dengan ciri khas teradisional.

Seperti halnya Pasar Srawung yang berada di Dusun Jelok, Desa Bejo, Kecamatan Putat.

Dibukanya pasar Srawung Wulan Pari ini tak lain bertujuan untuk mendekatkan masyarakat sebagai produsen makanan dengan konsumennya langsung.

Aziz salah seorang pencetus Desa Wisata Jelok, mengatakan yang jualan di pasar sini masyarakat sekitar hasil panen sendiri kemudian disajikan langsung ke konsumen.

“Produk yang dijual olahan hasil panen masyarakat seperti singkong, sukun dan aneka sayuran yang di kemas menjadi makanan siap saji,” kata Aziz saat ditemui Gunungkidulpost.com, Rabu (30/1/2019).

Menurut Aziz, pasar tradisional tidak hanya memiliki peran ekonomi saja akan tapi harus memiliki peran sosial. Sehingga dia berharap, kedepan pasar Srawung Wulan Pari ini berkembang diera globalisasi saat ini.

“Kohesi antar masyarakat sangat rendah karena kemajuan teknologi, dengan di dirikannya pasar ini kohesi sosial interaksi antar masyarakat bisa tumbuh kembali dengan baik.” imbuhnya.

Sementara itu Tinah warga Beji, Patuk salah seoerang penjual di pasar tersebut sangat berharap kedepanya lebih maju lagi dan bisa menyejahterakan warga masyarakat sekitar akan hadirnya Pasar Srawung di Desa wisata Beji ini.

“Lumayan laris hari ini, olahan saya daun pepaya dan bunganya, criping sukun sama baceman tahu tempe lari manis,” tutupnya. (G2)

Related Post