Pasca Tragedi SMP 1 Turi Kegiatan Beresiko Wajib Dihentikan

223 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca terjadinya tragedi susur sungai yang menimpa pelajar SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu,
Pemkab Gunungkidul mengimbau semua tingkat satuan pendidikan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki risiko tinggi.

Kepala Kwartir Cabang (Kwarcab) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan penghentian sementara tersebut merupakan upaya menenangkan diri atau cooling down pasca-terjadinya kegiatan ekstrakurikuler yang berujung maut.

“Kegiatan yang berisiko tinggi yang senama seperti susur sungai atau kegiatan lain harus dihentikan tapi untuk program ekstrakulikuler tetap jalan,” kata Bahron saat ditemui di sela-sela Rapat Kerja Cabang Kwarcab Gunungkidul 2020 yang digelar di Sanggar Bakti, Wonosari, Selasa (25/2/2020) kemarin.

Selain sebagai ungkapan bela sungkawa, penghentian, menurut Bahron, sekaligus sebagai upaya cooling down untuk seluruh pengurus program ektraskurikuler, terlebih yang bersentuhan dengan kegiatan berisiko tinggi, untuk mengevaluasi seluruh perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

“Sebagai gantinya, seluruh kegiatan yang berisiko jika tetap dilaksanakan maka lokasi harus dipindahkan ke dalam lingkungan sekolah,” ujarnya. (Yup)

Related Post