Pawai Ogoh-ogoh Semarak Menyambut Nyepi

473 views

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Ratusan umat Hindu se-Gunungkidul menggelar perayan pawai Ogoh-ogoh. Terdapat dua buah replika raksasa atau buto yang diarak keliling desa, Jumat (16/3/2018) sore.

Pawai Ogoh-ogoh sendiri melambangkan perilaku manusia yang masih tamak seperti seorang buto dalam kisah pewayangan jawa.

Arak-arakan dimulai dari Padukuhan Kaliwaru Desa Kampung Ngawen dan berakhir di Jembatan Kaliwaru Desa Beji atau berjarak lebih dari dua kilometer.

Salah seorang warga setempat, Wiyono mengatakan buto ini melambangkan sifat manusia sekarang yang masih tamak, serakah, dan keras kepala.

Selain mengadakan pawai juga teatrikal dimana buto saling berkelahi sebagai simbul jemaag Hindu yang tengah berkelahi dengan hawa nafsu maupun sifat butuk mereka swlama perayaan hari raya Nyepi.

“Ini merupakan simbul melawan hawa nafsu maupun sifat buruk buti,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Perayaan Nyepi Gunungkidul Hariyanto mengatakan, pawai Ogoh-ogoh ini juga diikuti oleh pemeluk agama lain, seperti Katolik, Islam, Kristen, Budha, Penganut Kepercayaan yang ada di Gunungkidul. Sehingga suasana toleransi umat beragama sangat tinggi.

“Kami juga mendapat dukungan penuh dari pemeluk agama lain di Gunungkidul. Dan inilah bukti bahwa toleransi beragama sangat tinggi,” papar Hariyanto.

Serangkaian kegiatan perayaan Nyepi mulai hari ini akan dilaksanakan Amati Geni atau tidak boleh menyalakan api, Amati Karya atau tidak boleh bekeja, dan Amati Lelungan atau tidak boleh berpergian. (Bayu)

Related Post