Peluang Sumber mata Air Banyak, Petani Padi Berharap Bantuan Sumur Bor

372 views

Gunungkidulpost.com – Ponjong – Awal bulan Oktober hujan yang dinanti oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul tak kunjung turun.

Hal itu membuat keresahan warga semakin menggeliat. Hal itu terbukti seperti yang dialami oleh warga Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong yang merasakan kegelisahan karena kekurangan air untuk pertanian.

Tokoh muda susukan 1, Desa Genjahan
Surya Wibawa mengatakan kemarau yang berkepanjangan ini membuat warga setempat mulai resah. Hal itu dikarenakan aktifitas pertanian meski mengandalkan saluran irigasi akan tetapi tak mampu menyuplai kebutuhan sawahnya untuk bisa merendam lahan pertanian.

“Fasilitas irigasi merupakan wewenang Pemerintah DIY, sehingga kami tidak bisa apa-apa. Padahal kalau kemarau panjang seperti saat ini saluran air tidam bisa merata, kasihan warga yang tak kebagian air,” ucapnya.

Oleh karenanya, Surya Wibawa mengusulkan adanya lima titik sumur bor guna mengairi sawah serta kebutuhan sehari-hari bagi para petani beras di Desa Genjahan.

“Sumber mata air yang mengalir ada di Bendungan Simo. Memang secara umum warga Desa Genjahan merasakan dampak dananfaat irigasi. Akan tetapi kalau musim kemarau seperti saat ini alirannya kecil dan tak merata,” jelasnya.

Dia mengaku, tiga bulan belakangan warga Padukuhan Susukan 1, 2, 3, Pati bagian timur dan Genjahan kehilangan aliran air ke sawah. Hal itu dipicu lantaran kondisi sumur bor mulai dangkal tak ada air.

Surya berharap, kepada pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat untuk membatu mengatasi masalah air persawahan ini. Sehingga dengan adanya aliran air yang lancar, hasil pertanian pun juga jadi lancar.

“Dulu warga mengandalkan SPAM-Des, tetapi sejak Januari 2019 macet total, karena BUM-Des selaku pengelola SPAM-Des bubar, tidak ada pembenahan lagi. Untuk itu kami berharap ada bentuan sumur bor sehingga aktivitas pertanian menjadi lancar,” paparnya.

Selain permasalahan air, dirinya berharap ada berhatian khusus pembangunan dikompleks halaman makam bupati pertama Raden Mas Tumenggung Pontjo Dirdjo yang ada di Desa Genjahan.

Jika dikemas dengan baik, nantinya peziarah yang akan berkunjung ke makam mantan bupati pertama Gunungkidul akan lebih nyaman.

“Kalau bisa dikonsep peziarah akan lebih nyaman. Dan ini sangat menunjang pengunjung untuk hadir sekaligus berziarah,” imbuhnya.

Terpisah salah seorang tokoh masyarakat Mayor Sunaryanto mengaku masalah air sangat krusial di Kabupaten Gunungkidul. Namun solusi cepat untuk mengatasi permasalahan air dilingkup petani sangat dibutuhkan. Untuk itu ia menghimbau kepada para patani untuk terus semangat dalam menjalankan aktivitas pertaniannya.

“Mudah-mudahan permasalahan air segera cepat ada solusi dan memang harus segera diatasi. Jangan sampai mematahkan semangat petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Kami ingin berupaya membantu memecahkan permasalahan ini,” tutupnya. (red)

Related Post