Pembangunan TPAS Di Pesisir Belum Temukan Titik Lokasi

341 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemkab Gunungkidul targetkan lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) di kawasan pesisir sudah ditentukan sebelum akhir semester pertama 2018 berakhir. kepastian ini dibutuhkan guna mempercepat proses pembebasan lahan, sehingga tahun depan nantinya sudah mulai pembangunan.

Pembangunan TPAS di kawasan pesisir pihaknya menyerahkan semuanya kepada Dinas Lingkungan Hidup. Namun, untuk mempercepat proses pembangunan, sebelum semester 2018 berakhir, lokasi pembangunan untuk TPAS lokasi harus sudah ditentukan.

Ia menambahkan, pembangunan terdapat tiga lokasi yang telah dilakukan survei. Ketiga lokasi ini yakni, kawasan di Desa Banjarejo, Desa Tanjungsari, Desa Monggol, Desa Saptosari dan Desa Tepus.

“Masih dikaji dan harapannya nanti bisa segera ditentukan titik lokasi pembangunannya ,” kata, Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, penentuan untuk pembangunan sangat penting, Pasalnya, menyangkut masalah keberlanjutan program. Untuk itu, setelah titik ditentukan, tahap selanjutnya dilakukan proses pembebasan lahan. Hingga selanjutnya untuk pembanguan sendiri akan dilaksanakan mulai tahun depan.

“Kalau tidak segera, rencana yang telah disusun bisa terganggu. Jadi, agar semua bisa berjalan lancar maka titik dari lokasi TPAS harus segera ditentukan,” tuturnya.

Meski meminta agar Dinas Lingkungan Hidup segera menentukan titik lokasi TPAS, namun ia meminta agar kajian pemilihan didasarkan kajian yang matang. Hal ini bertujuan agar keberadaannya tidak menimbulkan pro kontra di masyarakat.

“Yang jelas keberadaan TPAS bertujuan untuk mendukung pengembangan pariwisata karena selama ini pelaku usaha kesulitan membuang sampah yang dihasilkan dari sektor kepariwisataan,” urainya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Agus Priyanto belum bisa dihubungi. terkait dengan lokasi pembangunan TPAS di kawasan pesisir selatan.

Meski demikian, beberapa waktu lalu, Agus menyatakan bahwa, sekarang dinas lingkungan hidup sedang melakukan kajian terkait dengan pembangunan tersebut.

“Ada tiga lokasi yang dijadikan opsi. Namun sekarang, kami belum bisa menentukan karena masih melakukan kajian,” kata Agus pada awal Maret lalu.

Terpisah, salah seorang pemilik rumah makan Griyo Wono di Desa Kemadang, Tanjungsari, Ngatno, meminta pembuatan TPAS di kawasan pesisir segera dilakukan dengan kajian yang matang. Menurutnya, wacana pembangunan tersebut jangan sampai malah menimbulkan permasalahan baru.

“Kami tidak mempermasalahkan adanya pembangunan TPAS, tapi lokasi untuk pembangunan harus diperhatikan dan jangan sampai keberadaannya malah menganggu pengembangan sektor kepariwisataan karena masalah bau akan menimbulkan munculnya lalat,” katanya. (Heri)

 

Related Post