Penerimaan CPNS Dicap Tidak Adil, Pemerintah Pandang Honorer Sebelah Mata

195 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Penerimaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Pemerintah Pusat pada tahun 2018 kali ini dinilai tidak adil.

Ketidakadilan itu terjadi khususnya dibidang pendidikan. Diwilayah Kabupaten Gunungkidul sendiri untuk para guru honorer hanya diberikan prioritas 6 formasi tentunya sangat jauh dari yang dibutuhkan untuk menutup kekurangan CPNS tahun ini.

Ketua komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul Heri Kriswanto saat dihubungi wartawan, Rabu (19/9/2018) mengaku prihatin dengan keputusan Pemerintah Pusat yang hanya memberikan kuota formasi sedikit.

“Kami sangat prihatin seharusnya negara tidak seperti itu, negara tidak adil kalau seperti itu paling tidak mengakomodir mereka-mereka wiyata bakti yang sudah lama,” katanya kepada wartawan.

Menurut Heri, pihaknya saat ini hanya bisa mendesak melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar meminta jatah kuota lebih ke kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Karena tidak hanya Gunungkidul K2 juga banyak yang resah. K2 seharusnya diseleksi tetapi diprioritaskan karena di Gunungkidul hanya tinggal kurang lebih 60 guru K2. Mereka menunggu lama dan berharap, ada pengangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan bahwa batasan umur maksimal 35 tahun tidak pas menurut datanya guru berumur dibawah 35 tahun di Gunungkidul hanya tinggal 2 orang.

“Seharusnya pemerintah meninjau kembali aturan tersebut kalau perlu ubah aturannya sehingga dapat mengakomodir seluruh guru honorer, tidak hanya K2 saja dan tidak perlu batasan umur maksimal 35 tahun,” katanya.

Pihaknya akan segera mendiskusikan hal tersebut untuk memutuskan langkan kedepannya, Aris masih akan melihat perkembangan terlebih dahulu.

“Kalaupun tidak bisa seharusnya ada kepastian hukum dari pemerintah yang akan menyelesaikan masalah guru honorer secara bertahap,” tutup Aris. (Bayu)

Related Post