Penutupan Pasar Hewan Dinilai Masih Sebatas Wacana

48 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Seiring adanya hewan ternak mati mendadak, yang semakin hari kian meningkat, Pemkab Gunungkidul mengkaji perlu tidaknya penutupan sementara pasar hewan di seluruh daerah tersebut.

Hingga saat ini mencatat ada 60 ternak mati mendadak dan 6 ternak positif antraks.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro. Menurut Kelik, ada 60 ekor ternak yang mati mendadak. Menurutnya, kematian mendadak itu kurangnya asupan gizi, keracunan, radang rahim, larva lalat, demam, kembung dan kurang susu pada hewan ternak.

“Sampai saat ini yang positif antraks ada 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing di (Dusun) Ngrejek Wetan (Desa Gombang, Kecamatan Ponjong), terus satu sapi di Desa Pucanganom (Kecamatan Rongkop),” katanya, Selasa (28/1/2020).

Saat ini Pemkab terus melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya di zona kuning yakni Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

“Sampai saat ini sudah ada ribuan hewan ternak yang divaksin oleh petugas,” imbuhnya.

Terkait adanya upaya penutupan sementara Pasar Hewan di Gunungkidul, Kelik mengaku Pemkab masih mengkajinya. Mengingat Pasar Hewan di Gunungkidul hanya buka menyesuaikan pasaran pada hari pasaran tertentu.

Namun bisa juga diputuskan penutupan pada saat seharusnya pasar hewan buka. Tujuannya untuk membersihkan bakteri antraks di lokasi.

“Untuk itu (penutupan sementara Pasar Hewan) masih harus dikaji dulu bersama OPD terkait,” ucapnya. (Yup)

 

Related Post