Peringati Hari Batik Nasional, Warga Desa Kepek gelar Aksi Mural Batik Dinding

1143 views
 



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Peringati hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, puluhan warga padukuhan Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari menggelar aksi mural batik dinding rumah.Dalam aksi tersebut, belasan rumah milik warga dihias dengan model batik parangrusak yang melambangkan kehidupan manusia dengan segala tantangan kehidupannya.

Koordinator aksi Eko Mambang Nugroho mengatakan, aksi mural batik dinding rumah dilakukan dengan variasi berbeda, malam yang digunakan untuk membatik diganti menggunakan cat dan canting diganti menjadi kuas sedangkan media kain di ubah menjadi dinding.”Dalam aksi tersebut kita melibatkan 30 warga dan pemuda yang ada disini,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Dalam kegiatan tersebut, setidaknya belasan dinding rumah warga yang berada dikawasan sekitar di cat menggunakan model batik prangrusak yang memiliki arti mendalam.”Seperti yang kita ketahui bahwa modle parangrusak memiliki pralambang bahwa ada kehidupan manusia dengan segala tantangan hidupnya,” jelasnya.

Eko Mambang Nugroho mengakui, bahwa generasi muda saat ini kurang perhatian untuk melestarikan warisan nenek moyang.”Banyak generasi muda yang acuh akan batik, namun ketika ada negara lain yang mengakui batik kita baru protes,” akunya.

Mambang berharap, dengan adanya aksi tersebut, masyarakat bisa memperhatikan batik sekaligus bisa melestarikannya.”Kalau bukan warga Indonesia mau siapa lagi,” ungkapnya.

Selain itu, dipilihnya dinding rumah sebagai media membatik, diakui Mambang memiliki banyak makna, dimana rumah merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh warga.Sehingga setiap harinya warga bisa memperhatikan batik.”Selain itu di rumah juga sering terjadi aktifitas, kalau setiap hari melihat batik pasti akan tertarik dengan batik,” teragnya.

Sementara itu, salah seorang warga Guntur Susilo mengaku mendukung program tersebut, menurutnya sudah saatnya pemerintah mulai memperhatikan batik agar tidak tergerus oleh zaman.”Pemerintah harus peka dengan batik, sebab kalau dibiarkan begitu saja lama – kelamaan bisa tergerus zaman,” tutupnya.(Maya)
 

 

Related Post