Perubahan Dapil Dinilai Pengaruhi Perolehan Suara

157 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Sejumlah partai politik mulai melakukan analisa terkait dengan hasil dari pelaksanaan Pemilu 2019.

Salah satunya menyangkut perubahan daerah pemilihan yang berpengaruh terhadap raihan kursi di DPRD.

Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, pihaknya sudah melakukan kalkukasi terkait dengan torehan kursi hasil Pemilu 2019. Menurut dia, capaian kursi yang diperoleh belum sesuai dengan harapan dan malah cenderung menurun, bila dibandingkan dengan hasil di Pemilu 2014.

“Pemilu ini hanya dapat lima kursi, atau turun satu kursi dengan hasil yang diraih pemilu lima tahun lalu,” katanya, Senin (6/52019).

Menurut dia, menurunnya jumlah kursi yang diperoleh disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi adanya perubahan dapil di Gunungkidul. Secara jumlah, memang tidak ada perubahan dibandingkan dengan Pemilu 2014. Namun, dari sisi komposisi kecamatan di dapil mengalami perubahan.

Sebagai contoh, kata Heri, di Pemilu 2014, dapil I terdiri dari tiga kecamatan meliputi Wonosari, Playen dan Semanu. Sedang di Pemilu 2019, dipecah karena dapil I hanya terdiri dari Kecamatan Wonosari dan Playen, sementara Semanu tergabung ke dapil IV bersama dengan Kecamatan Tepus, Girisubo dan Rongkop.

“Kondisi ini jelas berpengaruh, seharusnya di dapil I bisa dapat dua kursi, tapi realisasinya hanya satu kursi,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Politikus PKS Gunungkidul, Imam Taufik. Menurut dia, perubahan komposisi dapil sangat berpengaruh terhadap raihan kursi partainya.

“Sangat disayangkan karena kursi di dapil I lepas sehingga raihan kursi hanya empat,” ucap Imam. (Bayu)

Related Post