Petani Berharap, Air Hujan Tak Berlebih

761 views
 



Gunungkidulpost.com – Semanu – Sebagian petani di wilayah Gunungkidul seperti di Kecamatan Semanu dan Kecamatan Tanjungsari, bertani di musim hujan selalu diwarnai rasa kekhawatiran.

Hal itu terjadi karena banyak ladang di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut yang rawan genangan saat musim hujan datang.
“Air penting bagi tanaman padi, namun saat tanam di musim hujan kami berharap air tidak berlebih,” kata Sakiyo, salah seorang petani dari Desa Pacarejo, kepada Gunungkidulpost.com, Senin(3/10/2016).
Menurutnya, saat tanam musim hujan ladang di sana banyak yang tergenang air. Akibatnya benih yang sudah ditanam kerap terendam. Jika itu yang terjadi, benih akan mati dan mereka harus tanam ulang.

“Hal seperti ini selalu terjadi. Petani tidak bisa sekali tanam, karena benih padi mati akibat genangan air,” ungkapnya.

Jika harus tanam ulang, mereka harus mengeluarkan ongkos tanam yang lebih banyak,” terangnya.

Mereka harus menyemai benih lagi atau kalau tidak harus membeli benih baru. Baru tanam ulang dilakukan, yang berarti mengeluarkan ongkos tanam lagi.

“Itupun kami harus menunggu persawahan surut dulu. Baru tanam ulang bisa dilakukan,” tuturnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Broto, seorang petani dari Ngepuh Tanjungsari. Menurutnya, genangan kerap membuat petani harus menunggu surutnya air.

“Datangnya air hujan yang berlebih dan menggenangi ladang membuat kami sulit memulai masa tanam,” ucapnya. (Bayu)

 

Related Post