Petani Dituntut Kreatif, Endro Guntoro Kenalkan Metode Tanam Jahe

320 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebagai petani di Gunungkidul yang sebagian besar mengandalkan sistem tanam tadah hujan, perlu didorong untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif.

Hal itu disampaikan Politisi muda PDI Perjuangan Gunungkidul, FX Endro Tri Guntoro.

Endro mengungkapkan, selain mempertahankan sistem integrasi pertanian dengan peternakan dan perikanan yang selama ini telah berjalan, petani perlu lebih didorong agar semakin kaya menemukan alternatif tambahan pendapatan.

Salah satu bentuk dorongan yakni pengenalan metode baru pengembangan komoditas jahe di kalangan petani di Gunungkidul.

“Jahe menjadi salah satu yang penting untuk dikenalkan kepada petani sebagai peluang pendapatan baru sejalan masih terbukanya kebutuhan pasar,” katanya, Selasa, (19/2/2019).

Sebagai salah satu Caleg DPRD Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Wonosari dan Playen ini pihaknya fokus memperkenalkan budidaya jahe di kalangan kelompok wanita tani dan juga kalangan buruh. Dalam program ini Endro mengandeng sejumlah relawan terlatih mitra Lembaga Pendampingan Usaha Buruh Tani Nelayan (LPUBTN) Semarang untuk beberapa lokasi di Gunungkidul.

“Semoga ini bisa menjadi usaha dan bisa menambah pendapatan petani,”ujarnya.

Dikatakan Endro, mulai dari tahap pelatihan pengolahan pupuk organik, pelatihan tanam metode baru, dan perawatan juga diberikan sehingga masyarakat benar-benar mengerti dan mengenal tata tanam dan perawatan jahe.

Menurut politisi yang berlatar belakang pendidikan formal sosial politik ini, sedini mungkin masyarakat harus sudah merencanakan dengan menanam berbagai komoditas yang laku di pasar.

“Inovasi yang kami kenalkan ini sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja, pengamatan lapangan berbagai teori di kalangan petani selama ini hanya sekadar berlalu tanpa ketatnya pendampingan serius dari berbagai pihak,” ungakap Endro yang tercatat sebagai Caleg PDIP nomer urut 8.

Dari gerakan pengembangan produk jahe ini, Endro berharap petani tidak hanya terampil menanam, merawat dan menemukan pasar pembeli, tetapi juga akhirnya terampil dapat membuat bibit rimpang jahe sendiri yang selama ini sulit didapatkan.

“Jenis jahe ini harganya di pasaran sedang membaik. Tidak perlu kuatir akan penjualannya karena sejumlah perusahaan juga sudah menunggu,siap membeli hasil panennya nanti,”terang Endro. (Kusuma)

 

Related Post