Praktik Pungli Mulai Resahkan Wisatawan

127 views
 

Gunungkidulpost.com – Panggang – Maraknya kasus pungutan liar (pungli) di sejumah objek wisata yang ada di Gunungkidul mulai meresahkan pengunjung.

Bahkan maraknya praktik pungli ini wisatawan telah melaporkan ke dinas terkait.

Salah satunya yakni terkait adanya laporan ke Dinas Pariwisata Gunungkidul dari organisasi pramuwisata di Indonesia soal adanya paksaan pengantaran dengan menetapkan tarif yang fantastis.

Ketua Pokdarwis Watu Payung Dusun Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Iwan Saputra merasa kaget jika saat ini masih ada saja oknum-oknum yang sengaja berbuat sesuatu demi keuntungan pribadinya. Menurutnya, salah satu penyebab hadirnya pungli yakni adanya permasalahan internal.

“Salah satunya [karena] ada perselisihan internal di antara mereka, karena mungkin ada yang masuk dalam struktur pengelola dan ada yang tidak,” kata Iwan, Minggu (17/11/2019).

Mereka yang tidak masuk dalam struktur pengurusan lantas membuat masalah dengan melakukan pungli. Ada pula pihak lain yang lantas melaporkan pada pihak terkait.

“Ada yang senang ada yang tidak, nah yang tidak senang karena tidak masuk struktur pengelola, kadangkala mereka membuat masalah pungli dan melapokan sana-sini,” ujarnya.

Iwan memastikan objek wisata Watu Payung memiliki struktur pengelola yang baik. Untuk pungli, Iwan memastikan 100% tidak akan terjadi di lokasi tersebut.

“Watu Payung merupakan objek wisata Geoforest yang terletak di belakang bukit Dusun Turunan. Jadi kami harap tidak ada perselisihan lagi,” paparnya.

Sementara itu, Pengurus Pokdarwis Pasar Destinasi Digital Telaga Jonge, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul Yudhi Prasetyo sangat menyayangkan ketika pungli masih saja terjadi. Ia meminta kepada pihak-pihak terkait untuk menindak tegas para pelakunya.

Ia meminta agar para pelaku pungli atau yang sedang berencana melakukan untuk bisa sadar. Jika tidak sadar, pihaknya meminta kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas.

“Pungli itu kan cara mudah untuk mendapatkan uang. Dengan mencari celah yang bisa di masuki, contohnya ya seperti memanfaatkan bus atau wisatawan yang belum hafal jalan,” inbuhnya. (*)

 

Related Post