Puluhan Pelaku Usaha Wisata Berpacu Dalam Inovasi

259 views

Gunungkidulpost.com – Semanu –
Sebanyak 53 pelaku usaha dibidang periwisata mengikuti perlombaan gelar potensi pelaku usaha yang diselenggarakan oleh Dinas Parisiwata Gunungkidul.

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Pariwisata se-Dunia yang jauh pada 27 September.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayati menuturkan acara tersebut terselenggara untuk memperingati hari pariwisata sedunia.

“Ini sebagai pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata dengan menyelenggarakan berbagai lomba, diantaranya lomba kuliner khas pantai, kuliner khas desa wisata, lomba cinderamata/souvenir, lomba kebersihan pantai dan kebersihan toilet pokdarwis.” paparnya saat diwawancara dalam acara tersebut, Jumat (27/9/2019).

Asti mengatakan ada total 53 peserta pelaku usaha atau kelompok usaha yang mengikuti perlombaan tersebut.

“Peserta lomba dari kuliner desa wisata ada 27 peserta, kuliner khas pantai 14 peserta, dan pelaku usaha souvenir ada 12 peserta.

Dirinya berharap adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan SDM pelaku wisata dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Harapannya dengan acara ini dapat memajukan para pelaku usaha pariwisata.” tutupnya.

Salah satu peserta lomba souvenir, Narti Sularsih perwakilan pelaku usaha kerajinan Desa Ngingrong, mengatakan ide membuat kerajianan dari tempurung kelapa karena banyaknya limbah tempurung kelapa.

“Karena banyaknya limbah tempurung kelapa yang kurang bermanfaat, kita membuat limbah tersebut menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.” paparnya.

Narti mengaku menekuni usaha tersebut sejak dua tahun yang lalu. Dan saat ini dipasarkan melalui pameran-pameran, tempat wisata dan juga online.

“Tempurung kelapa ini saya buat menjadi bermacam-macam seperti teko dan cangkir batok, tempat permen, toples, celengan, lampu meja. Yang kami jual dari harga Rp 10 ribu – Rp 250 ribu.” jelanya.

Sementara itu salah satu peserta lomba kuliner desa wisata dari kelompok Goa Ngingrong, menyajikan makanan unik lontong sukun, gudeg manggar nila areh, dan juga wedang semelang.

“Untuk lontong sukun bahannya terbuat dari sukun yang sudah tua hanya ditambah garam saja. Gudeg manggar nila areh itu dari pondoh dan manggar (bunga kelapa) dimasak gudeg lalu ditambah kuah areh nila. Dan menyajikan muniman semelang yaitu dari buah mengkudu yang direbus bersama gula aren dan rempah-rempah.” urainya.

Pihaknya mengaku bahwa makanan tersebut belum dipasarkan secara luas.

“Kita belum memasarkan, baru kita sajikan bila di Ngingrong ada acara atau bila ada pesanan saja. Kedepan kita berencana untuk memasarkan di destinasi wisata Goa ngingrong,” tutupnya. (Falentina)

Related Post