Puluhan Warga Kepek 1 Sukses Kembangkan Budidaya Lele Ramah Lingkungan

445 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Guyub Rukun Mina Raharja Dusun Kepek 1, Kepek, Wonosari mengelar panen raya ikan lele.

Dalam kegiatan panen tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Gunungkidul, Badingah, Rabu (31/7/2019).

Yang unik dari budidaya ikan lele tersebut adalah menggunakan kolam bundar dan diintegrasikan dengan sayuran aquaponic. Aquaponic merupakan teknik baru dalam pertanian dimana cara ini merupakan penggabungan antara budidaya ikan dengan budidaya tanaman sekaligus.

Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan budidaya ikan lele dapat membantu menurunkan angka kemiskinan dan juga pemenuhan gizi bagi masyarakat Gunungkidul.

“Budidaya ikan lele dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, disamping itu juga dapat sebagai penambah gizi masyarakat melalui olehan ikan tersebut.” terangnya dalam acara Temu Lapang Budidaya Lele Kolam Bundar.

Menurut dia, lebih dari 90 persen produksi ikan budidaya di sumbangan dr komuditas panen ikan lele, karena ikan lele dianggap paling sesuai dengan karekteristik Kabupaten Gunungkidul yang terbatas sumbar airnya.

“Budidaya ikan lele tidak butuh air banyak dan bisa panan dalam waktu pendek. Namun ada kendala yang dihadapi adalah harga jual lele yang tidak stabil atau rendah, sehingga hasil panen terkadang tidak bisa menutup biaya pemeliharaan.” Ucapnya.

Krisna menuturkan Dinas Kelautan dan Perikanan akan mendorong budidaya ikan yang diintegrasikan dengan tanaman sayuran disekitar kolam atau dikolamnya sendiri.

“Dengan budidaya ikan diintegrasiakan dengan sayuran selain menghasilkan penen lele juga bisa menghasilkan sayuran. Sehingga meningkatkan perekonomian pembudidaya.” urainya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos mengatakan sangat mengapresiasi warga dan karang taruna dalam mengambangkan potensi desa yang ada.

“Walaupun dalam lahan yang sempit dapat mengembangkan usaha perikanan sekaligus sayuran, tidak memerlukan tempat yang luas dan air yang banyak. Selian itu juga dapat meningkatkan nilai gizi bagi masyarakat.” Tuturnya.

Badingah mengatakan budidaya ikan yang diintegrasikan dengan tanaman sayuran yg sangat berguna bagi masyarakat. Dan juga dapat dijadikan industri pariwisata untuk kedepannya.

“Masyarakat Gunungkidul bisa mempunyai jiwa interprener, salah satunya tanaman sayuran aquaponik dapat dikembangkan untuk periwisata kedepannya, dan dijadikan percontohan bagi daerah lainnya,” harapnya.

Dukuh Kepek 1, Sukirno mengatakan kelompok budidaya lele sudah ada sejak tahun 2015 dengan memiliki 5 kolam kotak pada awalnya.

“Kelompok kita sudah memiliki 5 kolam kotak terpal dan mendapat bantuan 20 kolam bundar serta bibitnya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul,” imbuhnya.

Sukirno mengaku dengan sistem budidaya ikan kolam bundar dan aquaponic dapat memiliki nilai jual yang lebih.

“Kolam ikan dengan sistem aquaponik, yaitu air dalam kolam tersebut disalurkan ke pipa air yang ada tanaman sayuran, dan nantinya air tersebut diputar dikembalikan dalam bak kolam ikan tersebut sehingga mengurangi bau dari kolam ikan. Tanaman sayuran dapat kita manfaatkan dan menambah pendapatan.” jelasnya.

Dia berharap kelompok budidaya ikan terserbut dapat dijadikan contoh bagi masyarakat sekitar.

“Semoga kedepan dapat dijadikan contoh untuk budidaya ikan yang lainnya, bahwa budidaya ikan lele dengan kolam bundar dan aquaponic banyak memiliki keuntungan yang lebih.” pungkasnya. (Falentina)

Related Post