Pupuk Bersubsidi Limit, Petani Gunungkidul Diharapkan Gunakan Pupuk Organik

54 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Mulai tahun ini Pemerintah Pusat akan memangkas alokasi pupuk bersubsidi. Oleh sebab itu, petain diharapkan bisa menyikapi kebijakan tersebut.

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul meminta kepada para petani untuk menggunakan pupuk organik.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan wacana Pemerintah Pusat akan memangkas alokasi pupuk bersubsidi menjadi PR petugas untuk menyerukan penggunaan pupuk organik.

“Jika dirasa masih kurang penggunaan pupuk, Petani bisa memperbanyak pupuk organik / pupuk nonsubsidi,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, Rabu (22/1/2020).

Raharjo mengungkapkan penurunan jumlah alokasi pupuk subsidi berbeda-beda. Ia mencontohkan pupuk Urea yang sebelumnya dialokasinya 9.069 ton, pada 2020 hanya dijatah 7.092 ton. Pupuk subsidi lainnya seperti jenis SP-36 alokasi di 2019 sebanyak 886 ton, tahun ini turun menjadi 667 ton; untuk ZA dari 1.620 ton turun menjadi 540 ton.

“Semua kuota turun untuk semua jenis pupuk bersubsidi di Gunungkidul,” imbuhnya.

Raharjo berharap penurunan alokasi pupuk ini tak mengganggu produktivitas para petani. Menurutnya, petani harus bisa menyiasati penurunan kuota dengan penggunaan pupuk jenis lain.

“Untuk distribusi pupuk bersubsidi kepada kelompok tani dilakukan dengan sistem tertutup,” ujarnya. (*)

 

Related Post