Rejeki Tukang Parkir Di Bulan Suci

143 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Berbagai cara manusia untuk bertahan hidup. Selain bekerja di sektor formal, juga sektor informal pun terbuka untuk memberikan peluang hidup .

Salah satu pekerjaan di sektor informal adalah bekerja sebagai tukang parkir.

Keberadaan tukang parkir di tengah masyarakat, yang mana oleh kebanyakan orang memandangnya sebagai pekerjaan kasar atau sangat rendah. Namun berbicara masalah penghasilan belum tentu dapat dikalahkan oleh penghasilan dari seorang pegawai negeri atau jenis pekerjaan lain.

Bayangkan saja, jika seorang tukang parkir pada tiap malamnya berjaga di depan sebuah warung lesehan. Sudah barang tentu dapat memperoleh keuntungan yang sangat lumayan. Dari sekian jumlah kendaraan yang keluar masuk di halaman tersebut adalah modal besar bagi seorang tukar parkir. Walau pun ia hanya menerima jasa parkir dengan senilai seribu rupiah per kendaraan.

Salah seorang tukang parkir yang sudah bertahan tahunan lamanya bekerja sebagai tukang parkir di depan Lesehan Khas Solo Depan Polres Gunungkidul, Suryanto.

Ia menekuni professinya sebagai tukang parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun akhirnya memutuskan pilihan hidupnya dengan menjadi sebagai tukang parkir yang ditangani langsung oleh swasta.

yang lazin dipanggil “Sisur” mengakui bahwa menjadi seorang tukang parkir harus bersabar.

Selain harus bersusah payah mencari menata kendaraan juga harus berhadapan dengan kerasnya pemilik kenadaraan yang ngeyel untuk membayar. Tapi ini sudah menjadi bagian dari hidup sebagai tukang parkir.

Namun jika bicara tentang penghasilan, itu tergantung dari strategi tempat kerja. Dalam arti bahwa penghasilan dari seorang tukang parkir itu tergantung dari strategi atau jumlah kendaraan sepeda motor dan beroda empat yang ditanganinya.

Di sisi lain, Suryanto mengungkapkan bahwa pekerjaan tukang parkir bila ditekuni dengan baik itu akan membuahkan hasil yang terbaik.
Bahkan jenis pekerjaan ini akan menjanjikan masa depan.

“Yang penting mau bekerja dan tidak gensi atau malu itu saja pasti ada hasilnya. Kalau sekarang ada peningkatan yang bisanya rata-rata Rp 40.000 per malam sekarang tembus Rp 80.000 per malam,” ungkapnya.

Hal yang salam juga dialami oleh Sumanto yang berprofesi sebagai tukang parkir di Jalan MGR.Sugijapranoto, Baleharjo, Wonosari. Ia mengaku memasuki H-7 Lebaran peningkatan pendatan ia alami daripada hari-hari biasa.

“Sudah mulai ramai meski masih banyak kendaraan lokal yang mendominasi namun sudah ada peningkatan,” ucap Sumanto. (Bayu)

 

Related Post