Rela Tidak Dibayar Demi Sebuah Kegotongroyongan

239 views
 

Gunungkidulpost.com – Patuk – Tradisi gotong royong terus dilakukan oleh warga Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Segelintir warga mendatangi rumah Ranto Wiyatno (65) warga Dusun Plumbungan, Putat, Patuk, Rabu (1/8/2018).

Sambil menikmati secangkir teh panas mereka lalu duduk di teras rumah Ratno. Sambil duduk santai, dan menikmati kesejukan suasana desa, mereka membicarakan tentang rumah milik Ranto yang akan dibongkar.

Salah seorang tukang profesional, Tugiran (45) memberikan arahan mengenai apa yang harus dilakukan saat membongkar rumah berbentuk limasan ini. Mereka dimintai bantuan oleh tuan rumah mengganti bagian atap yang sudah rusak termakan usia.

“Nanti butuh lima orang diatas mencopot genting, sisanya menerima genting dari atas dan menaruh disisi selatan rumah,” kata Tugiran.

Setelah dirasakan pembagian tugas selesai, tanpa dikomando lagi, puluhan orang bekerja sesuai dengan pembagian tugas yang diberikan. Tanpa rasa takut, meski bukan tukang profesional mereka naik ke atap sambil mencopoti satu persatu genting.

Itulah gambaran singkat mengenai warga dusun Plumbungan, Putat, Patuk, yang masih mempertahankan tradisi gotong royong saat salah seorang warganya tengah merenovasi rumah.

Bahkan puluhan warga tersebut tidak dibayar saat melakukan pekerjaan. Lantaran sudah menjadi tradisi jika ada rumah yang akan direnovasi tenaga tukang siap memantu dan tak mendapatkan upah kerja.

“Bulan ini ada tiga rumah yang dibongkar dengan sistem gugur gunung. Dan semuanya telah menjadi tradisi,” kata Kepala Dusun Plumbungan, Sulistiyo.

Warga menerima informasi milik siapa, dan kapan akan dilaksanakan gotong royong merenovasi rumah saat rapat dusun yang dilakukan sebulan sekali. Hal ini sudah dilakukan turun temurun oleh warga dusun Plumbungan.

“Bagi yang tidak bisa datang pun tidak masalah. Biasanya yang tidak bisa datang akan memberitahukan ke pemilik rumah jika tidak bisa membantu,” bebernya.

Sementara itu pemilik rumah, Ranto mengaku terbantu dengan adanya gotong royong warga saat merenovasi rumahnya.

“Kami sangat membantu, dan harapan kedepan tradisi ini terus dilestarikan,” pungkasnya. (G1)

 

Related Post