Retribusi Ganda Pantai Gesing Resahkan Wisatawan

143 views

Gunungkidulpost.com – Panggang – Lagi-lagi adanya tindakan retribusi ganda yang terjadi di Pantai Gesing, Gunungkidul, membuat resah bagi wisatawan yang berkunjung di pantai tersebut.

Wisatawan bahkan sampai mengeluh lantaran adanya retribusi ganda yang dinilai janggal.

Dinas Pariwisata pun telah menyurati pihak Desa agar kejadian serupa tak terulang. Namun himbauan tersebut seakan tak digubris. Pasalnya, hingga saat ini retribusi ganda masih terjadi.

Febri, warga Kecamatan Wonosari menjelaskan, terkuaknya tarif retribusi ganda itu berawal ketika ia dan temannya berwisata ke Pantai Gesing beberapa hari yang lalu. Di mana saat itu Didit harus membayar biaya retribusi ke petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Rp 5.000 untuk setiap orangnya

“Setelah membayar karcis masuk di TPR itu saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Gesing,” ujarnya Kamis (13/6).

Sesampainya di sebuah tanjakan yang berada dekat dengan Pantai Gesing, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, laju mobilnya dihentikan oleh 2 orang yang diduga warga Desa setempat. Ia meminta untuk kembali membayar biaya masuk ke Pantai Gesing.

“Terus sebelum masuk Pantai Gesing ada 2 orang minta Rp 5.000 per gundul. Karena sudah bayar di TPR, saya tanya kok harus bayar lagi, naah sama dia (salah satu oknum) dijawab ‘kesepakatan kelompok memang gitu’ pak,” ujarnya menirukan oknum tersebut.

Febri menyebut, pada karcis yang ia terima dari 2 oknum itu bertulisan ‘Pengelola wisata pantai Buges (Buron Gesing)’.

“Dari situ saya baru tahu kalau di Pantai Gesing harus bayar retribusi 2 kali, dan semoga kejadian seperti ini tak mencoreng pariwisata di Gunungkidul,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti mengakui adanya penarikan retribusi ganda di Pantai Gesing. Menurutnya, Dinpar sesegera mungkin akan menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kita sudah beri surat melalui Kecamatan dan pihak Desa. Dinpar akan melakukan pengawasan di sejumlah tempat wisata, khususnya tempat wisata yang terdapat TPR,” ucap Asti secara singkat. (Bayu)

Related Post