Ribuan Orang Terancam Buta, Operasi Katarak Terus Menerus Digelar

276 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Yayasan Dharmais bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) cabang DIY dan BAZNAS menggelar bakti sosial oprasi katarak di RSUD Wonosari, Minggu, (24/3/2019).

Indra Kartasasmita, Ketua Yayasan Dharmais Jakarta menyampaikan, secara institusi Yayasan Dharmais sejak 1986 sampai saat ini sudah melakukan bakti sosial oprasi katarak untuk 134.000 orang.

“Yayasan Dharmais juga telah melaksanakan pengadaaan kornea dari Amerika dan Srilangka,”katanya.

Selain oprasi katarak, Yayasan Dharmais juga pernah melakukan operasi gratis kepada penderita bibir sumbing dan pemberian bantuan kepada kaum difabel.

Sementara itu, Prof. Dr. Suharjo, SU.,Sp.MK, Wakil Perdami Cabang DIY menyampaikan, menurut survey dari Kementerian Kesehatan RI, sekitar 25.000 orang di Indonesia menderita diabetes, dan sepertiganya sekitar 7.000 orang terancam buta.

“Gunungkidul terancam kebutaan karena komplikasi diabetes,”katanya.

Dalam urutan dunia, Indonesia dengan diabetes no 4, dan no 1 adalah China. Hal ini pemerintah telah mensiasati agar terjadi penurunan penyakit diabetes dengan melakukan injeksi OCT dan laser setiap 6 minggu sekali agar penderita diabetes terhindar dari kebutaan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya dalam membantu dan menolong sesama, khususnya warga Gunungkidul melalui kegiatan operasi katarak ini.

Masalah kesehatan memang masih menjadi perhatian prioritas pemerintah, diantaranya diwujudkan melalui perluasan jangkauan layanan dan peningkatan kualitas secara bertahap oleh unit-unit pelayanan kesehatan.

“Hal ini kami lakukan guna menjamin setiap warga masyarakat untuk dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, murah dan berkualitas,” kata Immawan.

Dengan keterbatasan yang ada, baik dari sisi sarana prasarana dan SDM, pemerintah juga membutuhkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat, baik secara pribadi maupun melalui komunitas atau lembaga sosial yang memiliki kepedulian untuk membantu dan mendukung peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan.

“Kami berharap masyarakat turut meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata, sehingga dapat mencegah dan mengurangi gangguan kesehatan mata,” tambahnya. (Santi)

 

Related Post