Sandiwara Bahasa Jawa Sarana Merawat Kearifan Budaya Lokal

199 views
 

Gunungkidulpost.com – Patuk – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia berupaya membuka akses seluas-luasnya dengan masyarakat dan memperluas ruang publik untuk berkebudayaan.

Untuk itu, banyak aktifitas di daerah-daerah yang mulai digerakan untuk menghidupkan kembali nilai kearifan lokal,seperti pementasan sandiwara bahasa jawa yang dilakukan oleh Komunitas Teater Gunung Sewu di desa wisata Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Senin,(8/7/2019) malam.

Restu Gunawan, Direktur Kesenian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menyampaikan,pementasan sandiwara bahasa jawa yang sudah jarang ditampilkan perlu dihidupkan kembali dengan melibatkan masyarakat.

“Pementasan tidak harus di gedung-gedung. Semua bisa dilakukan ditengah-tengah masyarakat desa seperti ini, sehingga kita bisa berhubungan langsung dengan alam,Tuhan dan masyarakat,” terangnya.

Dikatakan Gunawan, Kemendikbud ingin terus menggali lokalitas-lokalitas yang ada di Indonesia. Kementrian juga akan mendorong dan memfasilitasi ruang publik untuk berkesenian. Hal itu dilakukan sesuai Undang-undang kemajuan kebudayaan bahwa lokalitas penting untuk digali kembali demi menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

“Budaya seperti ini perlu dihidupkan kembali untuk mendorong anak-anak semakin percaya diri dan kembali tampil dengan bahasa lokal,” ujarnya.

Gunawan berharap, apa yang telah dilakukan oleh komunitas teater gunung sewu ini bisa membawa virus kebaikan bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta lebih aktif menyampaikan kegiatan seperti ini melalui media sosial sehingga semua bisa diakses oleh masyarakat luas.

“Mudah-mudahan ini bisa menyebar kedaerah lain dan menunjukan bahwa sandiwara bahasa jawa itu masih ada,” imbuhnya. (Santi)

 

Related Post