Senja Gunungkidul

196 views
 

Jumat petang, gerimis dan kampung halaman, Gunungkidul dan perniknya, khas aroma hujan sore menemani perjalanan, berteduh disudut pom bensin buderan. Sembari membayang, bahwa kota ini magis penuh inspirasi.

Ia datang dengan lambaian Indrayanti, senyuman pindul, kisah jalan cinta menuju Baron. Hujan sudah mulai reda, gerimis masih mengiris, lamunan kita lanjutkan, teman sejawat banyak di perantauan.

Aku rindu dimana matahari pagi menemui pedagang pasar Wonosari, dan temanku hanya sepi.

Bisakah gerimis menjadi pemanis untuk merangkai masa depan Gunungkidulku? Agar warna biru laut Sepanjang menjadi peluang. Agar kita menyusun mimpi membangun rumah dari tangan pemuda Ponjong, pemudi Gedangsari. Dan kisah gerimis mulai reda, mulai bangun dari lamunan untuk jalan, untuk kisah para pejalan. (CahyoPrabowo)

 

Related Post