Sukseskan KIA, Disdukcapil Akan Jemput Bola ke Sekolahan

748 views

Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Eko Subiantoro. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gunungkidul akan melakukan jemput bola pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) ke sekolah-sekolah, dari PAUD,  TK, hingga SD. Hal itu bertujuan agar pelaksanaan KIA atau KTP Anak dapat segera terwujud di tahun 2017 ini. 
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Eko Subiantoro mengatakan, program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) telah digodok oleh pemerintah pusat hingga ke daerah. Untuk menyukseskan pelaksanaan tersebut, pihaknya akan melakukan jemput bola ke berbagai kelompok bermain dan belajar anak usia dini.
“Ini merupakan upaya mengoptimalkan pelayanan publik sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (27/4).
Menurut  Eko, sosialisasi KIA baru akan dilakukan pertama kali di Gunungkidul. Pihaknya mentargetkan pada bulan April mendatang pelaksanaan dapat bergulir. Dengan bekerjasama melalui pengelola PAUD, Eko berharap program tersebut akan berjalan dengan lancar. “Target kami sosialisasi dimulai pada bulan April mendatang,” ucapnya.
Dia menambahkan, berdasarkan data kependudukan jumlah anak di Gunungkidul yang berumur dibawah 17 tahun sebanyak 126.450 orang. Namun kuota KIA tahun 2017 ini baru mencapai 20.000 orang.
“Kuota tahap pertama dijatah 20 ribu keping, dan nanti secara teknis bertahap untuk bisa memenuhi target 100 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, KIA merupakan program baru yang belum pernah ada dalam sejarah kependudukan di Indonesia. Program itu dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan program peningkatan identitas anak. Pihaknya pun mendukung langkah Disdukcapil yang akan mencanangkan program jemput bola disekolah.
“Sosialisasi perlu terus dilakukan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan. Pada dasarnya kami apresiasi serta mendukung program jemput bola yang akan menyasar dan dimulai pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Gunungkidul,” tuturnya. (Bayu)

Related Post