Tak Hanya Ikan, Hasil Produksi Garam Jadi Unggulan Pantai Selatan

136 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Potensi hasil laut di Gunungkidul tak hanya dalam bidang perikanan saja, namun masyarakat sekitar pantai telah berhasil menghasilkan produk lain selain ikan.

Hal itu seperti yang ada di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari telah mampu memproduksi garam berkualitas baik.

Dari keterangannya, kelompok garam Tirta Bahari pantai Sepanjang yang beranggotakan 26 orang, sejak tahun 2016 silam mulai mencoba mengolah air laut untuk dijadikan hasil produksi garam lokal Gunungkidul.

Salah satu anggota kelompok garam Tirta Bahari, Wasno menjelaskan proses memproduksi garam tersebut dengan sistem tunnel atau trowongan.

“Prosesnya dengan menaikan air laut dengan pompa, lalu air laut tersebut tampung di bak penampungan untuk melalui proses filterisasi atau penyaringan dan proses penuaan. Selanjutnya terakhir diproses pengristalan dengan menjemur air laut didalam tunnel/trowongan.” terangnya saat diwawancara Gunungkidulpost.com, Jumat (24/10/2019) saat acara pamaran di DKP Gunungkidul.

Wasno mengatakan untuk proses pembuatan garam dari air laut langsung membutuhkan waktu selama 20 hari bila cuaca baik atau panas.

“Bila sudah ada stok air laut yang sudah melalui proses penuaan hanya membutuhkan 3-4 hari untuk menjadi garam itu pun tergantung cuaca.” ujarnya.

Lebih lanjut Wasno mengaku untuk hasil per panen kelompoknya mampu memproduksi 5-6 kwintal garam dengan kualitas bagus.

“Untuk omset pendapatan masih minim, sementara sudah menutup untuk biaya operasional dahulu.” kata Wasno.

Garam yang dihasilkan memiliki kualitas bagus dan dikelompokan menurut kualitasnya. Untuk garam konsumsi dihargai Rp 4 ribu/kg, sementara garam halus Rp 10 ribu/kg dan garam untuk ternak dihargai Rp 3 ribu/kg.

“Pemasaran kita sementara masih untuk memenuhi warga lokal disekitar pantai dan warga Desa Kemadang. Belum bisa memenuhi kebutuhan pasar di Gunungkidul.” akunya.

Wasno mengungkapkan dalam memproduksi garam terkendala dalam hal proses menaikan air laut kepenampungan, karena mesin pompa yang jauh airnya sulit dinaikkan. Dan disel yang berbahan metal sangat mudah koresi bila terkena air laut atau garam.

“Kami harap ada instansi yang dapat membantu cara menaikkan air laut dengan teknologi apa, yang lebih praktis, mudah dan hemat biaya. Sehingga kami bisa mengoptimalkan produksi garam dipantai Gunungkidul.” pintanya.

Sementara itu, salah satu pembeli garam produksi kelompok garam pantai Sepanjang, Pratiwi mengatakan garam tersebut memiliki kualitas yang baik, putih bersih dan dijual dengan harga terjangkau.

“Yang pasti garamnya putih dan ini hasil produksi dari Gunungkidul daerah kita sendiri. Saya harap pemasarannya bisa diperluas lagi.” ungkapnya. (Falentina)

Related Post