Tak Pandang Bulu, Rasulan Ternyata Juga Digelar Meski Hanya se-Dusun

244 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Keunikan bersih desa di dusun Gedangasari, Desa Baleharjo, atau dalam istilah jawa rasulan masih kental melekat dalam nuansa adat budaya masyarakat Gunungkidul.

Warisan dari nenek moyang dahulu, hingga saat ini masih terjaga akan kelestarian nilai-nilai seni budaya yang terkandung dalam tradisi rasulan. Namun di Dusun Gedangsari meski haya diperingati satu dusun tak mematahkan semangat mereka dalam menggelar upacara adat yang digelar dua tahun sekali.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Bersih Dusun, Suhardi saat ditemui Gunungkidulpost.com, Minggu (7/7) kemarin. Menurutnya, tradisi bersih dusun ini telah turun temurun digelar lantaran sebagai bukti warisan budaya yang kental melekat dimasyarakat.

“Setiap tahun ganjil tradisi rasul digelar dengan menampilkan kesenian tradisional seperti campursari, reog, jathilan, pentas teater dan wayang kulit,” katanya.

Suhardi menambahkan, dengan digelarnya bersih dusun ini masyarakat akan terus melestarikan warisan nenek moyang sebagai tradisi kekayaan budaya.

“Sudah ada kesepakatan warga sejak dulu, khusus Dusun Gedangsari menggelar bersih dusun secara mendiri. Dan inilah wujud ungkapan syukur warga atas hasil bumi yang melipah,” paparnya.

Sementara itu, salah satu warga setempat Sukiatini menuturkan, tradisi rasulan sudah menjamur di wilayah Gunungkidul. Hal itu seperti yang digelar di Dusun Gedangsari. Ia terus mendorong adanya kegiatan rasulan.

“Meski di Dusun kami berbeda dengan tempat lain yang mewah namun kami tetap terus mendukung adanya giat upacara adat rasulan,” tutupnya. (Kusuma)

Related Post