Terima Bantuan Sumur Bor Warga Sampang Sumringah

276 views
 

Gunungkidulpost.com – Gedangsari –
Kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul terus terjadi terbukti di wilayah perbatasan utara yaitu Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari warga masih membutuhkan air.

Bahkan hingga saat ini warga masih sangat kesulitan mencari asupan air bersih lantaran tak tersasar bantuan air bersih dari Pemerintah Gunungkidul.

Hal itu seperti diungkapkan oleh salah satu warga Sampang, Purwanti menurutnya selama lima bulan terakhir di desa sampang tidak pernah tersentuh bantuan dari pihak pemerintah daerah, dan hanya mengandalkan dari pihak swasta yang peduli .

“Kekeringan yang paling parah adalah lima bulan terakhir setiap malam hanya meneteskan air dan hanya mendapatkan air setengah ember saja. Untuk mandi tidak bisa hanya khusus untuk gosok gigi. Masak menggunakan air isi ulang.” ungkap Purwanti

Purwanti mengatakan bila tidak ada bantuan air bersih terpaksa harus membeli air dengan harga Rp 200 – Rp 250 / tengki.

“Terpaksa warga juga membeli walaupun harganya mahal, karena memang membutuhkan,” terangnya saat ditemui Gunungkidulpost.com, Kamis (24/10/2019).

Menanggapi keluhan dari masyarakat Pemerintah Desa Sampang yang bekerja sama dengan Kecamatan Gedangsari, berusaha untuk mencari donatur guna membantu mencari sumber mata air dan mengangkat air yang ada di Desa Sampang.

Saat ini investor tersebut telah terwujud, dan ada untuk mengebor sumber mata air yang ada di Desa sampang. Pengeboran tersebut didanai oleh 7 BUMN yaitu PT. KAI, PLN, PNM, Angkasa Pura 1, Perumnas, Indonesaia Re, PT Taman Wisata Candi dengan nilai Rp 350 juta.

Kepala Desa Sampang, Suharman pihaknya telah mengusulkan kepada pihak BUMN untuk membantu mencari sumber mata air di Desa Sampang.

“Akhirnya usaha kita membuahkan hasil dengan menggandeng 7 BUMN yang siap membantu untuk mengebor sumbar mata air untuk kebutuhan warga Sampang,” ujarnya.

Suharman mengatakan untuk pembangunan dari pengeboran hingga selesai ditargetkan selama satu bulan dengan daya tampung 8200 liter.

“Pengelolaan nantinya oleh BumDes, dan digunakan untuk warga dilima pedukuhan yang ada di Desa Sampang. Harapannya warga Sampang dapat tercukupi kebutuhan air bersih, dan tidak ada kekeringan lagi,” paparnya.

Sementara itu, VP CSR PT. KAI, Agus Supriyono mengatakan pihaknya sebelumnya telah bekerjasama dengan UPN untuk melakukan penelitian di beberapa tempat di Kecamatan Gedangsari yang berpotensi memiliki takanan air.

“Ada 4 titik yang telah disurvei dan paling besar tekanan airnya ada di Dusun Magkrong, Desa Sampang,” ungkapnya.

Agus berharap pengeboran sumber mata air yang dilakukan oleh pihaknya dapat membantu mengatasi kebutuhan air warga sejumlah 200 KK di Desa Sampang.

“Kita akan terus melakukan penelitian disejumlah tempat lainnya yang membutuhkan bantuan,” kata Agus.

Lebih lanjut General Manager Angkasa Pura I, Riyaman menerangkan di Gunungkidul masalah paling krusial adalah kekeringan pada saat musim kemarau. Maka pihaknya membantu memecahkan masalah dengan malakukan pengeboran sumber mata air.

“Dari pembangunan pengeboran sampai pemasangan pipa-pira yang disalurkan ke rumah warga,” jelasnya.

Riyaman menambahkan dengan adanya pengemboran dan pembangunan sumber air tersebut dapat membantu mengentaskan masalah kesulitan air didesa tersebut.

“Mudah-mudahan adanya bantuan sumber mata air ini dapat bermanfaat dan barokah bagi warga Desa Sampang,” pungkasnya. (Falentina)

 

Related Post