Ternyata Ini Alasan Pemerintah Terapkan Zonasi Guru

259 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Wacana zonasi guru diterapkan guna memangkas jarak antara guru yang mengajar dekat dengan sekolah.

Hal ini bukan berarti menempatkan seorang guru di sekolah yang dekat dengan rumahnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY berencana un tuk meratakan jumlah guru dengan cara zonasi. Zonasi guru berlaku untuk SD, SMP, dan SMA.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan pihaknya tengah melakukan persiapan terkait dengan wacana tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi juga dengan provinis, kami menyambut baik ide ini,” ucap Bahron, Selasa (19/2/2019)

Dia menjelaskan skema penerapan zonasi guru, misalnya sekolah A kekurangan guru untuk mata pelajaran bahasa inggris. Oleh karena itu, akan ada guru yang mengampu kelas bahasa inggris dari sekolah B.

Sekretaris Dinas Disdikpora Gunungkidul, Sulistiyono menyatakan, hingga kini masih banyak guru-guru di tingkat SD dan SMP yang asalnya dari daerah lain.

“Seperti dari Bantul, Sleman, Kota Jogja, bahkan dari Klaten,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya ada beberapa kecamatan di sebelah timur Gunungkidul yang mengalami kekurangan guru. Kecamatan tersebut antara lain Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari.

Sehingga terjadi kekurangan guru kelas, maka solusinya dengan mengakomodir Guru Tidak Tetap (GTT).

“Jika ada guru PNS yang pensiun, guru dari kecamatan lain mengajukan pindah ke wilayah tersebut,” tutupnya. (G1)

 

Related Post