Ternyata Ini Penyebab 400 Hektare Tanaman Padi Gagal Panen

167 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Memasuki musim kemarau membuat sebanyak 400 hektare tanaman padi di Gunungkidul gagal panen atau puso.

Oleh sebab itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul berupaya usulkan bantuan benih ke pusat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya berupaya untuk mengusulkan bantuan benih ke pemerintah pusat. Hal itu dilakukan pasca gagal panen yang dialami oleh petani Gunungkidul.

“Sementara ini ada sekitar 400 hektar lahan pertanian yang gagal panen, khususnya tanaman padi. 400 hektar itu akumulasi dari 10 Kecamatan se-Gunungkidul,” kata Bambang, Kamis (20/6/2019) kemarin.

Bambang melanjutkan, 400 hektare lahan pertanian yang gagal panen itu terdiri dari 75 hektar lahan di Kecamatan Semin, 194 hektare di Kecamatan Patuk, 10 hektare di Kecamatan Karangmojo, 35 hektare di Kecamatan Ngawen, 6 hektare di Kecamatan Girisubo, 2 hektare di Kecamatan Wonosari, 13 hektare di Kecamatan Playen, 32 hektare di Kecamatan Ponjong, 8 hektare di Kecamatan Nglipar dan terakhir 25 hektare di Kecamatan Gedangsari.

“Penyebab 400 hektare lahan pertanian kena puso itu karena musim kemarau datang lebih awal, kan mestinya April masih ada hujan, tapi ini pertengahan April tidak ada hujan sampai sekarang,” jelasnya.

Terkait adanya kesalahan petani saat memprediksi iklim untuk bercocok tanam, Bambang mengatakan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan sebelumnya sudah memberi sosialisasi kepada para petani. Sosialisasi tersebut mengenai cara membaca iklim ketika hendak bercocok tanam.

“Yang jelas kita sudah sosialisasikan, tapi mungkin karena iklim saat ini sulit dibaca dan penyampaiannya kurang update. Sehingga kedepannya kami akan sekolahkan 20 petugas lapangan untuk sekolah iklim,” ucap Bambang. (red)

Related Post