Ternyata ini Penyebab Utama Dinginnya Bumi Handayani

231 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan angin dari Australia membawa udara dingin ke wilayah Yogyakarta, membuat kota diliputi hawa dingin pada malam hari belakangan ini.

Menurut data BMKG Yogyakarta, pada malam hari suhu udara di Gunungkidul terendah 21 derajat Celsius sementara biasanya di kisaran 23-24 derajat Celsius. Sedangkan pada siang hari suhu udara di Yogyakarta antara 30 sampai 32 derajat Celsius.

Staf Data dan Informasi, Indah Retno Wulan mengatakan, Selama musim kemarau ini suhu udara di Yogyakarta khususnya di wilayah Gunungkidul pada malam dan pagi hari memang dingin. Hal itu disebabkan karena angin dari Australia membawa udara dingin ke wilayah Yogyakarta.

“Selain disebabkan musim kemarau, juga pengaruh angin yang berasal dari Benua Australia,” kata Indah saat dihubungi malalui telepone sellular, Jumat (28/6/2019) pagi.

Indah mengatakan selama musim kemarau ini angin berasal dari Monsoon Australia yang sifatnya dingin dan kering berhembus sampai ke Yogyakarta.

Dan di Australia saat ini sedang memasuki musim dingin.

“Jadi saat ini angin yang berasal dari benua itu memang mempunyai sifat dingin,” kata dia.

Suhu udara diperkirakan akan semakin menurun pada malam hari saat puncak musim kemarau dan masa pancaroba.

Indah memperkirakan puncak musim kemarau di terjadi antara Juli hingga Agustus mendatang. (Bayu)

 

Related Post