Tidur Setelah Sahur Bahaya!!!!Mengapa??

159 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Berpuasa diawali dengan makan sahur agar kuat menahan lapar dan haus sampai adzan Maghrib berkumandang. Namun karena harus bangun pagi-pagi buta, banyak orang yang memilih langsung tidur setelah sahur supaya tidak mengantuk saat beraktivitas seharian.

Sayangnya, banyak juga yang tidak menyadari betapa bahayanya kebiasaan ini. Langsung tidur setelah makan bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Apa saja efek negatif itu? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

Tidak boleh langsung tidur setelah makan

Setelah makanan masuk ke perut, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi. Sistem pencernaan kita perlu setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi sari makanan.

Proses pencernaan ini membutuhkan suplai darah yang tidak sedikit. Maka sebenarnya kita tidak dianjurkan untuk beraktivitas berat setelah makan yang butuh suplai darah banyak pula, misalnya berolahraga.

Namun ini bukan alasan untuk boleh langsung tidur. Selama tidur, hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak, dan paru-paru. Maka, tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja memecah makanan. Akhirnya, makanan tersebut jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Efek negatif langsung tidur setelah sahur

1. Lemak tubuh menimbun

Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah sahur yang dilakukan orang-orang keturunan keluarga gemuk dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Ini karena makanan yang masuk ke perut tidak langsung dicerna oleh lambung ketika terlelap. Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Terlebih jika makanan sahur yang tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

2. Asam lambung naik (heartburn)

Bagi yang punya sakit maag ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan kesulitan mencerna makanan yang masuk. Hal ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, salah satunya adalah asam lambung naik.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD )gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan

4. Diare atau sembelit

Normalnya, dua jam setelah makanan dicerna lambung akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses. Namun, tidur setelah makan akan melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama “berdiam diri” dalam perut.

Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung dari makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

5. Stroke

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan sulit untuk mencerna makanan. Ini artinya lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya.

Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tertidur. Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini membuat otak bisa kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa mengalami stroke.

Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

Daripada tidur, habiskan waktu untuk lakukan kegiatan yang bermanfaat

Bahaya tidur setelah sahur tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadikan ini kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan kita.

Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur. Yuk, tetap jaga kesehatan tubuh selama bulan suci ini.

(Editor: Falentina)
Sumber : hallosehat.com

Related Post