Tunggakan BPJS Tembuh Rp 22 Miliar, RSUD Wonosari Terpaksa Utang Rekanan

215 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kondisi keuangan RSUD Wonosari mulai goyah pasca belum dibayarkannya klaim oleh BPJS Kesehatan.

Bahkan untuk menekan biaya pengeluarkan, pihak manajemen RSUD Wonosari sampai tidak menganggarkan anggaran makanan ringan untuk rapat internal.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyawati mengatakan saat ini tunggakan klaim BPJS Kesehatan hingga bulan Oktober menyentuh angka Rp22 milliar.

“Sudah jatuh tempo, dan bulan April sudah dibayar yang belum dari Mei hingga September, 5 bulan belum,” katanya, Minggu (10/11/2019).

Untuk mengatasi hal tersebut berbagai upaya dilakukan dari mulai mengurangi diklat hingga meniadakan makanan ringan untuk suguhan saat pihak RSUD Wonosari mengelar rapat.

“Sudah sejak Oktober kami kalau mengadakan rapat tidak menggunakan makanan ringan, kalau mengundang dari luar RSUD baru kita belanja untuk makanan ringan,” katanya.

Ia mengungkapkan pihaknya telah membuat hitung-hitungan dan memprioritaskan pelayanan pasien untuk mengatasi belum terbayarnya BPJS sebesar Rp 22 milliar.

“Belanja obat saja kita lihat lagi apakah jika kita hutang akan dilock (tidak dikirim) maka kita bayar tetapi jika tidak ya kita hutang dulu,” imbuhnya.

Selain itu, solusi lain yang saat ini dilakukan oleh manajemen RSUD Wonosari adalah dengan berhutang terlebih dahulu kepada rekanan. (Red)

 

Related Post