Tuntutan Warga Dadapayu Berbuah Hasil, Kades Dugaan Pungli Siap Lepas Jabatanya

869 views
 

Setelah kades lepas jabatan, masyarakat mencopot spanduk tuntutan dibalai desa (Foto : Nena)



Gunungkidulpost.com – Semanu – Tuntutan masyarakat di desa Dadapayu, kecamatan Semanu berbuah hasil. Pasalnya, kades setempat, Rukamto yang diduga melakukan pungli puluhan juta kepada lima dukuh terpilih mulai mengundurkan diri dari jabatannya.

Tokoh masyarakat desa setempat, Arif Aditya mengatakan, apresiasi yang selama ini dilakukan masyarakat adalah sebagai bentuk desakan kepada pemerintahan desa, agar segera mengambil langkah tegas kepada kades yang diduga telah melakukan pungli.

“Bentuk desakan masyarakat kepada pemerintahan ini, agar Rukamto segera mencopot jabatan kepala sebagai kepala desa,” katanya, Senin (24/10/2016).

Arif menjelaskan, permasalahan menimpa Rukamto tersebut, dinilai sangat fatal dan tidak bisa ditelorir lagi. Salah upaya sanksi sosialnya dicopot dari segala kewenanganya sebagai kades.

“Memang pada dasarnya warga sudah sangat kecewa. Karena pungli memang untuk kebijakan sepihak yang tidak pro dengan rakyat. Maka alasan ini sebagai acuan untuk meminta agar kades segera melepas jabatanya,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Arif, dalam musyawarah yang dilakukan dengan semua pihak ini, dihadirkan agara dapat mencarikan solusi.  Namun adanya tuntutan warga tersebut, Rukamto siap mencopot jabatannya.

“Rukamto sudah siap melepas jabatannya dan sudah menandatangani surat pernyataan. Dalam kurun waktu 3 hari mendatang yang bersangkutan akan mengajukan pengunduran ke Bupati,” ujarnya.

Arif mengaku, selama adanya permasalahan tersebut, beberapa pembangunan desa terbengkalai. Akibatnya terpaksa harus mangkrak ditengah jalan. 

“Semenjak adanya kejadian ini memang beberapa pembangunan desa menjadi terhambat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Jumiyo mengaku senang jika apirasi masyarakat selama ini bisa tersalurkan. Sebab, sejak adanya kejadian tersebut masyarakat menjadi resah.

“Untuk itu diharapkan kedepan tidak ada kejadian seperti ini lagi. Kebijakan-kebijakan dari pemerintah desa memang harusnya pro rakyat,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, ratusan warga Desa Dadapayu, Semanu memprotes kebijakan Kades setempat yang melakukan pungutan liar terhadap lima dukuh terpilih di desa tersebut, Senin (17/10/2016). Mereka menuntut Kades setempat, untuk mundur dari jabatannya.

Aksi yang dilakukan kantor balai desa terjadi sejak Minggu (17/9/2016).  Ratusan warga dari beberapa dusun menuntut kades Rukamto agar mundur dari jabatan. Amarah warga setempat semakin memuncak, lantaran Rukamto diduga melakukan pungutan liar mencapai puluhan juta terhadap 5 dukuh terpilih. Sehingga kebijakan yang dilakukan kades itu diprotes oleh masyarakat. (Nena)

 

Related Post