Usia Senja Tak Menyurutkan Semangat Sukiman Sebagai Parik Becak

338 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Demi memenuhi kebutuhan keluarga, Mbah Sukiman (67) warga Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, rela tetap bekerja keras di usia senjanya.

Meski sudah tak bisa dikatakan muda lagi, namun, semangat untuk bekerja tak pernah surut.

Saat ditemui Gunungkidulpost.com, Sukiman menceriterakan, dirinya menjadi tukang becak sejak 2001 silam. Kala itu, ia mampu mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan besama keluarganya.

“Dulu jasa transportasi becak masih laku dan hasilnya lumayan,” katanya saat ditemui wartawan.

Namun seiring perkembangan jaman diera online ini, Sukiman tak bisa berbuat banyak lantaran harus bersaing dengan ojek pangkalan maupun ojek online.

Sukiman yang biasa masih bertahan mangkal di depan Kantor Bank BPD DIY cabang Wonosari hanya gigit jari ketika lalu lalang kendaraan meupun jasa penyedia ojek kendaraan yang semakin marak terjadi di Kota Wonosari. Hal itu membuat orang semakin meninggalkan jasa transportasi becak.

Namun, dengan kondisi seperti ini tak mematahkan Sukiman untuk terus bertahan.

“Memang saat ini dirasa pengguna becak sepi dibanding beberapa tahun lalu. Entah karena adanya layanan pangkalan maupun ojek online becak semakin ditinggalkan akan tetapi saya tetap memilih untuk bertahan demi mengais rejeki,” ungkapnya.

Sukiman mengaku, saat ini sudah banyak teman seprofesinya yang beralih profesi dari tukang becak menjadi buruh bangunan. Namun karena semangat dan keadaanlah yang membuatnya tetap bertahan, ia tetap menekuni profesinya sebagai penarik becak.

“Saat ini banyak yang beralih profesi jadi tukang bangunan karena nyari uang juga sulit, sehari mau cari Rp 30.000- Rp 50.000 saja susah akan tetapi seberapapun hasilnya saya tetap mensyukuri,” pungkasnya. (Kusuma)

Related Post