Vape Diharamkan, Begini Tanggapan Warga

148 views
 

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Pro-kontra mengonsumsi e-cigarette dan vape, sedang menjadi perbincangan publik.

Bahkan PP Muhammadiyah telah mengharamkan Vape dikonsumsi oleh warga.
Namun kalangan masyarakat manilai bahwa lebih aman dari konsumsi rokok konvensional dan ada pula yang menilai lebih irit dari penggunaan rokok.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga di Wonosari, Andrianto. Mengetahui adanya pro-kontra tersebut, dirinya memahami hal-hal dari sudut pandang masing-masing.

“Saya rasa, vape belum bisa dianggap lebih berbahaya ini yang saya rasakan aman-aman saja kok bahkan lebih irit dari rokok. Dulu tiap hari saya harus mengeluarkan minimal Rp 40 ribu untuk beli rokok perhari, tetapi saat saya pake Vape cukup beberapa tetes saja atau satu botol dengan harga Rp 70 ribu sudah untuk dua Mingguan,” ujarnya, Minggu (26/1/2020).

Dia mengakui sejauh ini memang masih banyak perdebatan terkait tingkat membahayakan antara rokok konvensional dan vape. Andrianto menegaskan, keluarnya fatwa haram vape sekalipun, tidak akan banyak mempengaruhi orang untuk berhenti atau tetap menghisap vape.

“Meski sudah ada fatwa tetapi semuanya kembali pada penggunanya masing-masing kalau saya sih lanjut terus lah,” tandasnya.

Sementara itu, pecinta Vape yang lainnya Yudi menuturkan meski keluar adanya Vape yang diharamkan tak mambuat ia surut untuk menggunakan Vape. Dirinya mengaku akan terus menggunakan Vape lantaran dinilai lebih irit dibanding denga rokok.

“Saya sudah kadung tresno dengan Vape. Kalau beli rokok sekarang lebih mahal dan lebih boros. Tapi dengan Vape lebih irit,” ucap Yudi. (Red)

 

Related Post