Warga Desaku Menanti Diusir Oleh Oknum Petugas Dinsos DIY

162 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Warga Binaan Sosial (WBS) yang menempati rumah hunian tetap (huntap) di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, mulai merasa resah. Pasalnya, mereka mengaku diusir oleh petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) DIY.

Padahal, sejumlah warga miskin ini mulai menempati sejak 2015 lalu pasca dilauncingnya Program Desaku Menanti yang dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Salah seorang penerima Program Desaku Menanti, Mujina, mengatakan ada oknum yang mengaku petugas dari Dinas Sosial DIY, kedatanganya tak lain yakni untuk segera mengosongkan hunian tersebut.

Para penghuni diperintahkan untuk pindah ke wilayah Tegalrejo, Kota Jogja. Karena tak ada kejelasan, Mujina mengaku menolak perintah itu.

Mujina mengaku walaupun ada surat peringatan, dirinya tidak akan mengosongkan hunian tersebut.

“Keberadaan kami di sini karena ada yang menempatkan. Karena itu, kami menolak dan tak mau pindah apalagi,” kata Mujina, Rabu (13/11/2019).

Ia mengungkapkan adanya desakan tersebut membuat sebagian warga binaan terpaksa harus mencari tempat lain untuk tinggal. Huntap yang dulunya dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK), kini hanya tersisa 12 KK.

“Pokoknya kami tetap akan bertahan disini,” tandas Mujina.

Pihaknya berharap, pemerintah memberikan kejelasan terkait pengosongan jni. Sehingga penguni yang menempati hunian ini tidak resah.

“Kami berharap segera ada tindak lanjut dan penjelasan dari pemerintah DIY. Masak kami sudah diberi tempat disini lalu sekarang diusir bagitu saja,” imbuhnya. (Bayu)

Related Post