Miris, Puluhan Siswa SMP Putus Sekolah

  • Share
Ilustrasi net

GunungkidulPost.com – WONOSARI – Selain permasalahan sosial dampak Pandemi Covid-19 dinilai menjadi pemicu anak putus sekolah.

Data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020 tercatat sekitar 28 pelajar yang tidak melanjutkan pendidikannya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kiswara memperkirakan ada sekitar 28 pelajar yang tidak melanjutkan pendidikannya.

“Mereka berada di kelas 8 dan 9 SMP, penyebabnya beragam,” ujarnya pada Jumat (11/06/2021).

Menurut Kiswara, mereka putus sekolah lantaran memilih untuk bekerja hingga sudah menikah. Namun ada pula yang pindah lantaran ikut kepindahan orang tuanya.

Merujuk laporan terkini dari hasil kelulusan SMP, ia menyebut sejauh ini ada 9 pelajar yang mengundurkan diri. Mereka terdiri dari 4 pelajar SMP dan 5 pelajar MTs (Madrasah Tsanawiyah).

“Rata-rata mereka tak terpantau oleh sekolah, terutama di MTs atau sekolah berbasis pesantren,” jelas Kiswara.

Ia mengatakan hal itu juga disebabkan situasi pandemi. Sebab saat itu pelajar tersebut memilih pulang ke tempat asalnya, namun kemudian tidak ada kabar kelanjutan terkait pendidikannya.

Kiswara mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar para pelajar yang rawan putus sekolah tetap melanjutkan pendidikan. Antara lain lewat sosialisasi wajib belajar hingga program Orangtua Asuh.

“Kami kooordinasi dengan kapanewon setempat, mengumpulkan para wali pelajar agar mengikuti sosialisasi tersebut,” katanya.

Mengingat salah satu penyebabnya adalah kesulitan ekonomi, Kiswara mengatakan pemerintah sudah memiliki Program Indonesia Pintar (PIP).

Lewat program inilah pelajar yang dinilai tak mampu secara ekonomi bisa mendapat bantuan pendidikan. (Byu)

  • Share
Exit mobile version