Dewan Minta Investor Patuhi Prosedur Perijinan Usaha

  • Share

GunungkidulPost.com – WONOSARI –
Destinasi wisata baru di kawasan pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul, Heha Ocean Wiew yang baru-baru ini viral lantaran banyaknya pengunjung jadi pembahasan dikalangan Dewan dan OPD.

Dari hasil klarifikasi yang mendatangkan OPD di ruang rapat DPRD Kabupaten Gunungkidul mengerucut. Bahwa, dewan mendesak pihak pengelola agar segera melengkapi sejumlah perijinan meski terlanjut mulai dibuka untuk umum.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti secara tegas meminta investor bersangkutan mengikuti prosedur perijinan usaha yang berlaku.

“Harus melengkapi seluruh ijin baru boleh beroperasi. Ini juga berlaku bagi para investor dan pelaku usaha lain di Gunungkidul,” katanya saat ditemui wartawan di Ruang Rapat DPRD Gunungkidul, Rabu (10/02/2021).

Merujuk pemaparan perwakilan tiap OPD, Endah menyimpulkan pengelola wisata itu belum melengkapi sejumlah ijin. Alhasil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berpotensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pasalnya, destinasi tersebut kini dibuka bagi umum walau belum beroperasi penuh. Retribusi dari destinasi wisata itu pun belum bisa masuk daerah lantaran ijinnya belum lengkap dan resmi.

“Kalau sesuai prosedur ijinnya tetap bisa cepat, namun tentu syarat-syarat administrasi harus lengkap,” papar Endah.

Tak hanya itu, Endah juga meminta OPD terkait membuka data mana saja usaha yang sudah beroperasi namun belum memiliki ijin lengkap.

“Saat ini keputusan-keputusan tersebut jadi yang paling fair (adil) buat semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Satpol-PP Gunungkidul, Sugito mengungkapkan pihaknya sudah beberapa kali mendatangi lokasi yang dipersoalkan. Pihaknya juga meminta pengelola melengkapi prosedur perijinan sebelum dibuka.

Namun pada Desember 2020 didapat informasi bahwa tempat tersebut akan dibuka bagi umum. Satpol-PP Gunungkidul pun kembali meminta agar niat itu diurungkan dulu. Akan tetapi teguran tersebut tak diindahkan.

“Sudah empat kali kami memberikan teguran. Namun tak dihiraukan. Sampai akhirnya jadi ramai di media sosial karena muncul kerumunan,” pungkasnya. (Byu)

  • Share