Dinpar Gunungkidul Gelar Pelatihan Pemandu Geowisata

  • Share

GunungkidulPost.com – WONOSARI – Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pemandu  geowisata di Bumi Handayani melalui pelatihan. Rencananya pelatihan diselenggarakan selama tiga hari mulai 25-27 Oktober.

Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Emi Nur Aini mengatakan potensi wisata di Bumi Handayani sangat melimpah mulai dari pantai, pegunungan hingga susur gua. Potensi wisata berbasis alam atau geowisata harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar objek.

Oleh karenanya, lanjut dia, harus ada persiapan dengan sebaik-baiknya mulai dari akses ke lokasi, sarana prasarana serta sumber daya manusia untuk mendukung dalam pengembangan. Rencananya pada 25-27 Oktober mendatang dilaksanakan pelatihan peningkatan SDM dalam pelayanan destinasi wisata.

“Untuk pelatihan diberikan kepada 40 perwakilan geowisata di setiap kapanewon,” kata Emi, Minggu (17/10).

Dia menjelaskan pelatihan yang akan diselenggarakan merupakan bentuk komitmen dari Dinas Pariwisata untuk meningkatkan kapasitas SDM bagi para pelaku wisata. Rencananya, para peserta tidak hanya tentang upaya promosi, namun juga diberikan pengetahuan terkait dengan kegiatan pemanduan serta pengetahuan tentang geowisata.

“Jadi tidak hanya sekadar memandu wisatawan untuk menikmati keindahan alam, tapi juga dapat memberikan penjelasan terkait dengan situs geowisata yang dikelola,” katanya.

Emi menambahkan, tujuan utama dari pelatihan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung yang datang. Pasalnya, kepuasan dari wisatawan menjadi kunci dalam upaya meningkatkan kunjungan di setiap destinasi wisata.

“Banyak dampaknya karena kalau kunjungan meningkat, maka roda perekonomian bisa berputar dan masyarakat juga bisa merasakannya,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungidul, potensi geowisata di Gunungkidul sangat banyak. Hal ini dibuktikan masuknya kawasan karst Gunungsewu ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Selain itu, Kementerian ESDM belum lama ini juga menetapkan sejumlah situs sebagai warisan geoheritage.

“Geowisata merupakan wisata minat khusus karena pelaksanaan tidak hanya terkait dengan aktivitas kepariwisataan semata, juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan serta keselamatan bagi para pengunjungnya. (Bayu)

  • Share