Mengabdi Puluhan Tahun, Pegawai Pertanian Ini Sukses Raih Kalpataru

  • Share

GunungkidulPost.com – WONOSARI – Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengapresiasi peraih penghargaan Kalpataru oleh Suswaningsih.

Suswaningsih merupakan penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian di Kapanewon Rongko, Gunungkidul.

Adapun tiga hal yang menjadi fokus pendampingan diantaranya; kegiatan membangun ketahanan konservasi lahan kritis, membangun ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber pangan lokal.

Suswaningsih merupakan sosok Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian dan Pangan. Ia pun menyabet Penghargaan Kalpataru kategori pengabdi lingkungan yang fokus pada pengelolaan lahan pangan di Kalurahan Karangwuni Sagan. Sedangkan pengelolaan lahan kritis yang ditanganinya berada di Kalurahan Melikan Kapanewon Rongkop.

Bupati H. Sunaryanta atas nama Pemerintah Kabupaten secara langsung memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Suswaningsih, Senin (25/10) dalam audiensinya di Ruang Rapat Bupati, Pemkab Gunungkidul.

“Kegiatan pelestarian lingkungan yang dirintisnya berhasil merubah lahan kritis untuk dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sunaryanta.

Sementara itu, Suswaningsih mengatakan, untuk pemanfaatan lahan non produktif meliputi pengembangan tanaman pangan dan kayu-kayuan dan pengembangan tanaman lokal.

Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk pengolahan hasil pertanian dengan tetap mempertahankan konservasi lahan tersebut.

“Kegiatan ini kami lakukan pada lahan seluas 5 Ha dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari dengan luasan wilayah 903,7 m serta lahan pengembangan konservasi seluas 203 Ha,” jelasnya.

Sendangkan aktivitas pendampingan lainnya berupa pemanfaatan pekarangan jenis tanaman konsumsi sayuran cabe, sawi, terong dan tanaman konsumsi lainnya serta penanaman hijauan pakan ternak jenis rumput gajah gluricide, turi dan lain sebagainya disertai pendampingan pengolahan dan pemanfaatan pupuk kandang.

“Selain itu juga kami juga melakukan pendampingan berupa kegiatan pengolahan hasil pertanian jenang dodol, kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani),” paparnya.

Kerja keras perempuan ini berawal dari komitmennya mengolah lahan kering menjadi produktif pada tahun 1996.
Usaha Suswaningsih pun akhirnya berbuah manis hingga memperoleh penghargaan Kalpataru. (Ant)

  • Share